Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label Hizbut Tahrir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hizbut Tahrir. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Maret 2013

Reminder 3 Maret 1924

Bismillaah...
=================
#Reminder 3 Maret 1924
=================

#Reminder 3 Maret 1924 >> Akar permasalahan kehidupan terjadi yakni dihapuskannya Sistem Islam Khilafah dari muka bumi ini
#Reminder 3 Maret 1924 >> Seketika itu juga umat muslim terlepas dari aturan Allah pada dimensi ke tiga (habluminnanas)
#Reminder 3 Maret 1924 >> Seketika itu juga umat dilepaskan dari sistem Islam yang Kaffah
#Reminder 3 Maret 1924 >> Seketika itu juga umat Muslim tak punya pemimpin yang satu yakni seorang Khalifah.
#Reminder 3 Maret 1924 >> Padahal umat tak boleh ada kekosongan pemimpin Khalifah dalam rentang waktu tiga hari
#Reminder 3 Maret 1924 >> Dosa Investasi dimulai

#Reminder 3 Maret 1924 >>Umat Muslim kini bak "Itik kehilangan induknya"
#Reminder 3 Maret 1924 >> Jumlahnya banyak, namun bingung dan mudah terombang-ambing

#Reminder 3 Maret 1924 >> Gelombang dan badai masalah tiada hentinya terus bergelombang membencanai dunia
#Reminder 3 Maret 1924 >> Induknya adalah Sistem Islam dihapuskan kejahatan sistem Demokrasi terus mendorong dan menjerumuskan umat kepada kekufuran

#Reminder 3 Maret 1924 >> kran kekufuran dibuka lebar-lebar dan terus merajalela
#Reminder 3 Maret 1924 >> Umat muslim dikaburkan dari gambaran Islam yang utuh dengan diberi sistem Demokrasi oleh Barat pada negeri-negeri Muslim
#Reminder 3 Maret 1924 >> ISLAM ditinggalkan dalam aturan kehidupan serta digulung dari hamparan tikar dunia
#Reminder 3 Maret 1924 >> Islam Kaffah dijauhkan dari kehidupan dan tatanan kehidupan umat
#Reminder 3 Maret 1924 >> Pintu kebodohan semakin tercokol kuat pada benak-benak umat
#Reminder 3 Maret 1924 >> Kemiskinan dan kesengsaraan pun turut dibuka lebar-lebar

#Reminder 3 Maret 1924 >> Barat berkonspirasi menghapuskan Islam, bahkan mengubur dalam-dalam istilah Khilafah
#Reminder 3 Maret 1924 >> Namun kini, Barat kuatir jika Islam bangkit dapat bangun serta kokoh kembali pada bingkai Khilafah

#Reminder 3 Maret 1924 >> Mari saudara-saudaraku seaqidah, kita adalah Muslim, Kita satu Allah, Kita satu Rasulullah Muhammad saw, Kita satu Al Qur’an, Kita Satu Umat, dan Kita punya satu Negara yakni Khilafah
#Reminder 3 Maret 1924 >> Mari, senadakan langkah kita untuk terlibat dalam barisan perjuangan Islam Kaffah ini
#Reminder 3 Maret 1924 >> Dengan berdakwah berjamaah bersama membangkitkan kembali Islam dan menegakkan kembali Khilafah.
#Reminder 3 Maret 1924 >> Karena hanya Khilafah yang bisa menyelamatkan kita dari kubangan sekulerisasi, dosa investasi dan urgent menjagai aqidah Islamiyyah Umat

#Reminder 3 Maret 1924 >> Pelan tapi pasti PERUBAHAN BESAR DUNIA MENUJU KHILAFAH


Sumber : http://www.facebook.com/pages/Komunitas-Muslimah-Rindu-Syariah-Khilafah/304591352923315?ref=ts&fref=ts

Rabu, 30 Mei 2012

20 Keunikan Hizbut Tahrir


Hizbut Tahrir (“Partai Pembebasan”) adalah sebuah fenomena politik Indonesia yang unik. Dari seratus lebih parpol yang mewarnai pentas nasional sejak reformasi 1998, HT adalah “partai” yang barangkali tertua. Didirikan 1953 di Jordania, HT dari awal menyebut dirinya partai politik, bukan sekedar gerakan dakwah. Sifatnya yang kosmopolit dan internasional, membuat HT berada di mana-mana. Di Indonesia HT eksis dengan legalitas sebagai organisasi massa dengan nama HTI (Hizbut Tahrir Indonesia). Untuk memahaminya, berikut sekilas “yang unik” dari HT.

1. Da’wah Group – but also Political Party
HT adalah kelompok dakwah, yang diperintahkan menasehati siapa saja (QS 3:104), sedang yang paling berhak dinasehati itu adalah penguasa, yang mengurusi segala masalah ummat (tanpa dibatasi). Maka dakwah seperti ini bisa disebut aktivitas politik, dan kelompoknya bisa disebut partai politik.

2. Politics – but smart & smarting the people
Namun aktivitas politik HT adalah “high-politics” atau “smart and smarting politics”. HT mendidik masyarakat agar sadar hak dan kewajiban islaminya, sehingga mereka bisa mengawasi penguasanya, agar memerintah sesuai dengan Islam. Bagi HT sudah cukup bahwa masyarakat bersama penguasanya berjalan islami, tanpa harus berkuasa sendiri.

3. Political party – but extra parlementary
Meski HT adalah partai politik, namun HT memilih berjalan di luar parlemen.