Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Agustus 2012

Ramadhan Sepanjang Tahun



Alhamdulillah  sebulan penuh kita melewati Ramadhan dengan memperbanyak amalan, baik yang wajib maupun yang sunnah dengan niat untuk meraih nilai ketakwaan.  Ramadhan adalah bulan penyucian diri dan momentum untuk menempa kualitas ketakwaan kita.  Lalu apakah setelah Ramadhan berlalu semangat membina diri luntur? Bagaimana supaya kita istiqamah memelihara semangat tersebut? Apa pula yang seharusnya dilakukan dalam keluarga?
 
Spirit Ramadhan
Ramadhan memang hanya datang satu kali dalam satu tahun.  Lamanya pun hanya satu bulan.  Bulan Ramadhan boleh saja berakhir ketika datang tanggal satu Syawal. Namun, semestinya amal-amal baik yang sudah biasa dilakukan pada bulan Ramadhan tidak lantas berhenti.  Ramadhan adalah bulan penyucian jiwa, bulan untuk menempa diri untuk meraih takwa.  Ibarat fase kepompong pada perkembangan seekor ulat menjadi kupu-kupu.  Ketika menjadi kepompong tampak diam, lemah dan tidak bergerak.  Tatkala masa kepompong selesai, maka segera akan keluar kupu-kupu nan cantik yang akan menarik hati siapapun yang melihatnya.  Artinya, apa yang dialami ulat semasa menjadi kepompong kadang tidak mengenakkan dan tidak menarik.  Hasilnya baru terlihat ketika sudah menjadi kupu-kupu.  Begitupun aktivitas Ramadhan, mungkin saja terasa berat dan banyak godaan.  Namun hakikatnya, di balik semua yang terasa berat itu ada keberkahan dan pahala yang tidak ternilai besarnya.  Mestinya bagi orang-orang yang berhasil melewati Ramadhan akan merasakan hasilnya  sampai kapan pun. Dia akan memperoleh energi baru untuk menjalani hari-hari selama 11 bulan ke depan.  Energi tersebut merupakan hasil tempaan amaliah Ramadhan yang dilaksanakan selama sebulan penuh.  Dengan kata lain, amalan-amalan Ramadhan akan terlihat hasilnya pasca Ramadhan sebagai wujud ketakwaan.

Selasa, 14 Agustus 2012

Renungan Akhir Ramadhan: Kokohkan Iman, Tegakkan Syariah dan Khilafah


[Al Islam 619] Segala puji hanya bagi Allah SWT yang telah memberi kita kesempatan menikmati keberkahan bulan Ramadhan dan menyampaikan kita ke sepuluh hari terakhirnya. Semoga Allah SWT izinkan kita menyempurnakan Ramadhan ini dengan shaum dan segenap amalan ibadah dan ketaatan di dalamnya serta meraih derajat takwa. Hingga tiba saatnya nanti gema takbîr, tahlîl, dan tahmîd kita kumandangkan sebagai wujud kesadaran kita bahwa kita adalah kecil dan hanya Dia yang Maha Agung, sebagai bukti ketundukan kita kepada-Nya bahwa tidak ada ilâh yang wajib disembah kecuali Dia, dan sebagai pernyataan syukur kita bahwa segenap kenikmatan yang kita rasakan hanyalah berasal dari-Nya.
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa” (TQS. al-Baqarah [2]: 183).
Ayat tersebut menegaskan bahwa yang diseru untuk melaksanakan shaum adalah orang-orang beriman. Artinya, iman merupakan landasan dalam pelaksanaan shaum tersebut. Rasulullah Muhammad SAW juga bersabda:
«مَنْ صاَمَ رَمَضاَنَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ»
“Barangsiapa shaum bulan Ramadhan dengan iman dan semata mengharap ridha Allah maka ia diampuni dosanya yang telah lewat” (HR. Bukhari dan Muslim).
Sabda Nabi ini menegaskan bahwa keimanan harus dijadikan landasan dalam menjalankan shaum Ramadhan. Jadi Ramadhan sejatinya adalah momentum untuk mengokohkan keimanan kita semua. Sehingga, seusai Ramadhan, kita sebagai umat Islam akan memiliki keimanan yang tangguh, dan merasakan betapa manisnya keimanan tersebut.
Sayang, sebagian kalangan umat terbaik (khairu ummah) ini belum merasakan kokoh dan manisnya iman. Buktinya, masih ada di antara umat Islam yang menolak penerapan syariat Islam

Minggu, 28 Agustus 2011

"40 Keajaiban Ramadhan"

. . ♥ ✿ •*¨`*•.¸(¯`v´¯)¸.•´*¨`*•✿ ♥ . .
♥…….…………...♥ •.¸.•´♥………….………♥

"40 Keajaiban Ramadhan"


Selama Ramadhan, Imam Syafi’i menghatamkan Al-Quran enam puluh kali, dua kali dalam semalam di dalam shalat. Inilah ‘rahasia 40 Keajaiban Ramadhan’

Selama Ramadhan, Allah memerintahkan seluruh penghuni surga berhias. Rasulullah Saw. bersabda:”…Adapun yang keempat, sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan surga-Nya, Ia berfirman: “Bersiap-siaplah, dan hiasilah dirimu untuk para hamba-Ku, sehingga mereka bisa segera beristirahat dari kelelahan (hidup di) dunia menuju negeri-Ku dan kemulyaan-Ku…” [HR. Baihaqi].

Itulah sisi menarik keajaiban bulan Ramadhan yang tak banyak orang tahu.