Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Maret 2013

KONFERENSI MUSLIMAH INTERNASIONAL TUNISIA


Kampanye Global Muslimah Hizbut Tahrir:
“Khilafah: Model Cemerlang Bagi Hak-hak Perempuan dan Peran Politiknya”

Muslimah Hizbut Tahrir mengumumkan kampanye global dengan tema KhilafahModel Cemerlang Bagi Hak-hak Perempuan dan Peran Politiknya. Kampanye akan diakhiri insya Allah dengan penyelenggaraan Konferensi Internasional bersejarah di Tunisia pada tanggal 10 Maret 2012 bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional. Konferensi tersebut akan diikuti oleh para perempuan politisi, dan tokoh-tokoh perempuan terkemuka dari seluruh dunia Islam dan negara-negara lain.  Diharapkan dengan konferensi tersebut pandangan dunia akan tertuju pada satu sistem yang memiliki kemampuan untuk mewujudkan hak-hak perempuan serta mengatasi berbagai persoalannya. Sistem itu tak lain adalah sistem Khilafah.
Tujuan dari kampanye dan konferensi ini adalah untuk mengedepankan solusi praktis yang mampu diberikan oleh Khilafah pada berbagai masalah politik, ekonomi dan sosial yang dihadapi perempuan di dunia Islam dan di berbagai tempat lain.  Juga dimaksudkan untuk membantah tuduhan dan rekayasa tentang Islam dan penindasan Islam terhadap perempuan.
Kampanye ini berisi  pesan dalam bentuk  video dari Muslimah Hizbut Tahrir dari  dunia Arab dan Afrika Utara, Eropa dan Timur Tengah, dari Pakistan hingga Indonesia, Rusia, Australia, Eropa dan lainnya.  Pesan tersebut semakin mengokohkan kenyataan bahwa hanya sistem

Kamis, 12 April 2012

Ganti RUU Kesetaraan Gender dengan RUU Keluarga Sakinah


JAKARTA (VoA-Islam) – Daripada bergelimang ketidakpastian dan dosa, mengapa pemerintah dan DPR tidak mengajukan saja “RUU Keluarga Sakinah” yang jelas-jelas mengacu kepada nilai-nilai Islam? Buat apa RUU Gender diajukan dan dibahas? RUU Kesetaraan Gender hanya akan membesar-besarkan masalah, dan lebih menambah masalah baru. Belum lagi jika RUU ini melanggar aturan Allah Swt, pasti akan mendatangkan kemurkaan Allah.

Demikian dikatakan Adian Husaini dalam makalahnya saat Tabligh Akbar “Menolak RUU Gender Liberal” di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Ahad (8/4) lalu.
Jika RUU Gender ini menjadi UU dan memiliki kekuatan hukum yang tetap, maka akan menimbulkan penindasan yang sangat kejam kepada umat Islam – atau agama lain—yang menjalankan konsep agamanya, yang kebetulan berbeda dengan konsep Kesetaraan Gender.

Salah satu alasan kenapa umat Islam harus menolak RUU Kesetaraan Gender adalah RUU ini sangat western-oriented(Orientasi Barat). Para pegiat kesetaraan gender yang diusung kaum liberal ini berpikir, bahwa apa yang mereka terima dari Barat, termasuk konsep gender WHO dan UNDP, harus ditelan begitu saja, karena bersifat universal.
“Mereka kurang kritis dalam melihat fakta sejarah perempuan di Barat dan lahirnya gerakan feminisme serta kesetaraan gender yang berakar pada “trauma sejarah” penindasan perempuan di era Yunani Kuno dan era dominasi Kristen abad pertengahan,” tulisWakil Ketua MIUMI, Adian Husaini dalam makalahnya yang berjudul ‘Mengapa Kita Menolak RUU Kesetaraan Gender’.

Senin, 13 Februari 2012

Pernyataan Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Berantas Tuntas Seks Bebas dengan Syariah dan Khilafah!!


Seks bebas yang dilakukan kaum muda makin menggila. Perayaan tahun baru dan hari Valentine sering dianggap ‘Hari Raya’nya.  Survey lembaga resmi menyatakan lebih dari 51% remaja Jabodetabek  sudah pernah/biasa melakukan hubungan seks. Tak hanya di ibukota, seks bebas juga didapati dilakukan remaja bahkan siswa SD di berbagai kota di berbagai penjuru negeri ini. Masih kita ingat berita tentang siswa SMP pesta seks di ruang kelas dan di tempat lain sekelompok siswa SD melakukannya dengan sesama jenis. Tak ayal, potret generasi penerus negeri ini lebih banyak diisi dengan perzinahan, pelacuran, kehamilan di luar pernikahan, aborsi, adiksi video porno, penyakit menular seksual dan HIV/AIDS. Na’udzu billah..

Semua kemaksiatan itu harus segera diberantas tuntas. Dan negara adalah pihak yang paling efektif melakukannya.
Ingatlah Rasulullah SAW bersabda,  “Jika telah merajalela zina dan riba di suatu negeri, maka sungguh mereka telah menghalalkan diri mereka untuk menerima azab Allah” ( HR Al Hakim dalam al Mustadrak, II/37 ).
Juga firman Allah “Peliharalah dirimu dari siksa yang tidak khusus menimpa orang-orang dzalim saja diantara kamu. Ketahuilah bahwa Allah amat keras siksanya”( QS Al Anfal;25 ).